Aditya's posts with tag: angin

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag angin
Blog EntryPohon, Daun dan AnginMar 31, '08 4:55 AM
for everyone
POHON

Alasan mengapa orang-orang memanggilku "Pohon" karena aku sangat baik dalam
menggambar pohon. Setelah itu, aku selalu menggunakan gambar pohon pada sisi
kanan sebagai trademark pada semua lukisanku. Aku telah berpacaran sebanyak
5 orang wanita ketika aku masih di SMA. Ada satu wanita yang aku sangat aku
cintai, tapi aku tidak punya keberanian untuk mengatakannya.

Dia tidak memiliki wajah yang cantik, tubuh yang sexy, dsb, dia sangat
peduli dengan orang lain dan religius tapi dia hanya wanita biasa saja. Aku
menyukainya, sangat menyukainya, menyukai gayanya yang innocent dan apa
adanya, kemandiriannya, aku menyukai kepandaiannya dan kekuatannya.

Alasan aku tidak mengajaknya kencan karena aku merasa dia yang sangat biasa
dan tidak serasi untukku. Aku juga takut, jika kami bersama semua perasaan
yang indah ini akan hilang. Aku juga takut kalau gosip-gosip yang ada akan
menyakitinya. Aku merasa dia adalah "sahabatku" dan aku akan memilikinya
tiada batasnya dan aku tidak harus memberikan semuanya hanya untuk dia.

Alasan yang terakhir, membuat dia menemaniku dalam berbagai pergumulan
selama 3 tahun ini. Dia tau aku mengejar gadis-gadis lain, dan aku telah
membuatnya menangis selama 3 tahun.

Ketika aku mencium pacarku yan kedua, dan terlihat olehnya. Dia hanya
tersenyum dengan berwajah merah dan berkata "lanjutkan saja" dan setelah itu
pergi meninggalkan kami. Esoknya, matanya bengkak .. dan merah.

Aku sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis, tapi aku
tertawa dengannya seharian. Ketika semuanya telah pulang, dia sendirian di
kelas untuk menangis. Dia tidak tahu bahwa aku kembali dari latihan
sepakbola untuk mengambil sesuatu di kelas, dan aku melihatnya menangis
selama sejam-an.

Pacarku yang ke-4 tidak menyukainya. Pernah sekali mereka berdua perang
dingin, aku tahu bukan sifatnya untuk memulai perang dingin. Tapi aku masih
tetap bersama pacarku. Aku berteriak padanya dan matanya penuh dengan air
mata sedih dan kaget. Aku tidak memikirkan perasaannya dan pergi
meninggalkannya bersama pacarku. Esoknya masih tertawa dan bercanda denganku
seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya. Aku tahu bahwa dia sangat sedih
dan kecewa tapi dia tidak tahu bahwa sakit hatiku sama buruknya dengan dia,
aku juga sedih.

Ketika aku putus dengan pacarku yang ke 5, aku mengajaknya pergi. Setelah
kencan satu hari itu, aku mengatakan bahwa ada sesuatu yang ingin kukatakan
padanya. Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali bahwa dia juga ada sesuatu
yang ingin dia katakan padaku. Aku cerita padanya tentang putusnya aku
dengan pacarku dan dia berkata tentang dia sedang memulai suatu hubungan
dengan seseorang. Aku tahu pria itu. Dia sering mengejarnya selama ini. Pria
yang baik, penuh energi dan menarik.

Aku tak bisa memperlihatkan betapa sakit hatinya aku, tapi hanya bisa
tersenyum dan mengucapkan selamat padanya. Ketika aku sampai di rumah, sakit
hatiku bertambah kuat dan aku tidak dapat menahannya. Seperti ada batu yang
sangat berat didadaku. Aku tak bisa bernapas dan ingin berteriak namun tidak
bisa.

Air mata mengalir dan aku jatuh menangis. Sudah sering aku melihatnya
menangis untuk pria yang mengacuhkan kehadirannya. Ketika upacara kelulusan,
aku membaca SMS di Handphoneku. SMS itu dikirim 10 hari yang lalu ketika aku
sedih dan menangis. SMS itu berbunyi, "Daun terbang karena Angin bertiup
atau karena Pohon tidak memintanya untuk tinggal?".


DAUN

Selama SMA, aku suka mengoleksi daun-daun, kenapa?

Karena aku merasa bahwa daun untuk meninggalkan pohon yang selama ini
ditinggali selama ini membutuhkan banyak kekuatan.

Selama 3 thn di SMA, aku dekat dengan seorang pria, bukan sebagai pacar tapi
"Sahabat". Tapi ketika dia mempunyai pacar untuk yang pertama kalinya, Aku
mempelajari sebuah perasaan yang belum pernah aku pelajari sebelumnya -
CEMBURU. Perasaan di hati ini tidak bisa digambarkan dengan menggunakan
Lemon. Hal itu seperti 100 butir lemon busuk. Mereka hanya bersama selama 2
bulan. Ketika mereka putus, aku menyembunyikan perasaan yang luar biasa
gembiranya. Tapi sebulan kemudian dia bersama seorang gadis lagi.

Aku menyukainya dan aku tahu bahwa dia juga menyukaiku, tapi mengapa dia
tidak mau mengatakannya? Sejak dia mencintaiku, mengapa dia tidak yang
memulainya dulu untuk melangkah?

Ketika dia punya pacar baru lagi, hatiku selalu sakit. Waktu berjalan dan
berjalan, hatiku sakit. Aku mulai mengira bahwa ini adalah cinta yang
bertepuk sebelah tangan, tapi mengapa dia memperlakukanku dengan sangat baik
diluar perlakuannya hanya untuk seorang teman?

Menyukai seseorang sangat menyusahkan hati, aku tahu kesukaannya,
kebiasaannya. Tapi perasaannya kepadaku tidak pernah bisa diketahui. Kau
tidak mengharapkan aku seorang wanita untuk mengatakannya bukan?

Diluar itu, aku mau tetap disampingnya, memberinya perhatian, menemaninya,
dan mencintainya. Berharap, bahwa suatu hari, dia akan datang dan
mencintaiku. Hal itu seperti menunggu telphonenya setiap malam,
mengharapkannya untuk mengirimku SMS. Aku tahu sesibuk apapun dia, dia pasti
meluangkan waktunya untukku. Karena itu, aku menunggunya. 3 tahun cukup
berat untuk kulalui dan aku mau menyerah. Kadang aku berpikir untuk tatap
menunggu. Luka dan Sakit hati, dan dilema yang menemaniku selama 3 tahun
ini.

Ketika diakhir tahun ke 3, seorang pria mengejarku dia adalah adik kelasku,
setiap hari dia mengejarku tanpa lelah. Dari penolakan-penolakan yang telah
ditunjukkan, aku merasa bahwa aku ingin memberikan dia ruang kecil dihatiku.

Dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba meniup daun untuk terbang
dari pohon. Akhirnya, aku sadar bahwa aku tidak ingin memberikan Angin ini
ruang yang kecil di hatiku.

Aku tau Angin ini akan membawa pergi Daun yang lusuh jauh dan ketempat yang
lebih baik. Akhirnya Aku meninggalkan Pohon, tapi Pohon hanya tersenyum dan
tidak memintaku untuk tinggal, aku sangat sedih memandangnya tersenyum ke
arahku.

"Daun terbang karena Angin bertiup atau Pohon tidak memintanya untuk
tinggal"


ANGIN

Karena aku menyukai seorang gadis bernama Daun, karena dia sangat bergantung
pada Pohon, jadi aku harus menjadi Angin yang kuat.

Angin akan meniup Daun terbang jauh. Ketika aku pertama kalinya, ketika 1
bulan setelah aku pindah sekolah. Aku melihat seorang memperhatikan kami
bermain sepakbola. Ketika itu, dia selalu duduk disana sendirian atau dengan
teman-temannya memperhatikan Pohon. Ketika Pohon berbicara dengan
gadis-gadis, ada cemburu di matanya. Ketika Pohon melihat ke arah Daun, ada
senyum di matanya. Memperhatikannya menjadi kebiasaanku, seperti daun yang
suka melihat Pohon. Satu hari, dia tidak tampak, aku merasakan kehilangan.

Seniorku juga tidak ada saat itu, Aku pergi ke kelas mereka, melihat
seniorku sedang memperhatikan daun. Air mata mengalir di mata daun ketika
Pohon pergi, besoknya, aku melihat Daun di tempatnya yang biasa,
memperhatikan Pohon. Aku melangkah dan tersenyum padanya. Menulis catatan
dan memberikan kepadanya. Dia sangat kaget.

Dia melihat ke arahku, tersenyum dan menerima catatanku. Besoknya, dia
datang, menghampiriku dan memberiku catatan. Hati Daun sangat kuat dan Angin
tidak bisa meniupnya pergi, hal itu karena Daun tidak mau meninggalkan
Pohon. Aku melihat ke arahnya dengan kata-kata tersebut dan pelan dia mulai
berkata padaku dan menerima kehadiranku dan telpku.

Aku tahu orang yang dia cintai bukan aku, tapi aku akan berusaha agar suatu
hari dia menyukai aku. Selama 4 bulan, Aku telah mengucapkan kata Cinta
tidak kurang dari 20x kepadanya. Setiap kali dia mengalihkan pembicaraan ..
tapi aku tidak menyerah, aku memutuskan untuk memiliki dia dan berharap dia
akan setuju menjadi pacarku. Aku bertanya,"Apa yang kau lakukan? Kenapa kau
tidak pernah membalas?", dia berkata, "Aku menengadahkan kepalaku".

"Ah?" Aku tidak percaya apa yang aku dengar.

"Aku menengadahkan kepalaku" dia berteriak.

Aku meletakkan telp, berpakaian dan naik taxi ke tempat dia, dan dia membuka
pintu, aku memeluknya kuat-kuat.

"Daun terbang karena tiupan Angin atau karena Pohon tidak memintanya untuk
tinggal".

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.