Aditya's posts with tag: anugrah

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag anugrah
Blog EntryTunjukkan Kasih Sayang Selagi SempatMar 3, '08 1:32 AM
for everyone
Ada seorang pengusaha muda yang pagi itu terburu-buru berangkat kantor
karena ia bangun rada kesiangan. Sementara pagi itu ia ada meeting dengan
rekan bisnis-nya. Karena terburu-buru, ia tidak sempat menikmati sarapan
pagi buatan isterinya. Ia lalu memutuskan untuk mampir ke sebuah toko untuk
membeli roti sebagai ganti sarapan pagi. Pikirnya, "Nanti roti ini dimakan
di kantor saja".

Ketika ia sedang memilih roti yang hendak dibelinya, matanya tertarik
mengamati seorang anak kecil berusia kira-kira sepuluh tahun yang sedang
memilih bunga di toko sebelah. Anak kecil ini terlihat sedang tawar menawar
harga bunga dengan pelayan toko tersebut.

"Mbak, harga bunga ini berapa?" tanyanya kepada pelayan toko.

"Lima puluh ribu rupiah", jawab sang pelayan.

Kemudian ia memilih bunga yang lain dan bertanya kembali, "Kalau bunga yang
ini berapa?" . "Ini lebih mahal lagi, seratus lima puluh ribu rupiah!" jawab
sang pelayan.

"Kalau yang ini berapa?" tanyanya sambil menunjukkan bunga yang lebih bagus
lagi.

"Ini harganya dua ratus lima puluh ribu, nak!" jawab sang pelayan.

Anak ini terlihat bingung karena harga bunganya bertambah tinggi, sementara
ia tidak menyadari bahwa bunga yang ia tunjuk itu bunga yang paling bagus.

Dengan sedih ia bertanya, "Adakah bunga yang harganya lima ribu?"

Anak ini ternyata hanya memiliki uang lima ribu rupiah walau keinginannya
untuk mendapatkan bunga itu sangat besar. Belum sempat pelayan toko itu
menjawab, pengusaha muda ini segera bertanya kepada sang anak, "Nak, kamu
mau beli bunga buat siapa?"

Kemudian anak ini menjawab, "Saya mau beli bunga buat mama, karena hari ini
mama ulang tahun!"

Pengusaha muda ini tersentak, dalam hatinya ia berkata, "Wah... mati aku,
aku lupa! Hari ini isteriku ulang tahun. Aku belum mengucapkan selamat ulang
tahun kepadanya. Kalau sampai aku lupa, ia bisa marah!"

Segera ia berkata kepada pelayan toko, "Mbak, saya beli bunga ini. Saya beli
dua ikat. Satunya buat anak ini. Tolong nanti antar bunga ini ke alamat
rumah saya," katanya sambil memberikan kartu namanya. Kemudian pengusaha
muda itu memberikan bunga tersebut kepada sang anak dan mengucapkan terima
kasih sudah mengingatkannya bahwa hari ini ternyata isterinya juga berulang
tahun. Anak itu kemudian pergi.

Pengusaha ini segera bergegas ke mobilnya dan melanjutkan perjalanan ke
kantor. Ketika ia sedang mengendarai mobil, ia melewati anak kecil tadi
sedang berjalan. Iapun berhenti dan bertanya apakah ia satu jurusan
dengannya. Anak kecil itu mengiyakan dan kemudian masuk ke dalam mobilnya.
Sampai di suatu tempat yang agak sepi anak ini minta turun. Pengusaha muda
tersebut heran melihat anak kecil ini masuk melewati sebuah lorong kecil.
Karena penasaran, ia mengikuti sang anak dari belakang. Betapa terkejutnya
ia ketika melihat anak kecil ini menaruh bunganya di sebuah gundukan tanah
kuning yang masih basah.

Kemudian ia bertanya, "Nak, ini kuburan siapa?"

Anak kecil itu kemudian menjawab, "Oom, hari ini mama ulang tahun. Tetapi
sayang, mama baru saja meninggal dua hari yang lalu. Oleh sebab itu saya
datang ke tempat ini untuk membawakan mama bunga dan mengucapkan selamat
ulang tahun."

Pengusaha muda begitu tersentak dengan perkataan anak ini.

"Apakah isteriku masih hidup saat ini?" tanyanya dalam hati.

Segeralah ia berlari masuk ke mobil, mengendarainya dengan kecepatan tinggi
dan menuju ke toko tadi. Dengan terengah-engah ia berkata kepada pelayan
toko, "Mana bunga yang tadi saya beli? Bunganya tidak usah dikirim, biar
saya saja yang langsung memberikannya ke tangan isteri saya."

Dengan cepat ia menyambar bunga tersebut dan menyetir pulang. Sampai di
rumah, ia segera berlari mendapatkan isterinya.

"Alhamdulillah! Isteriku masih hidup!"

Sambil memberikan bunga ia berkata, "Isteriku, selamat ulang tahun".

Kemudian ia mencium dan memeluk isterinya kuat-kuat sambil mengucap syukur
kepada Allah. Sambil menangis ia berkata, "Alhamdulillah. Engkau masih
memberikan kesempatan kedua kepadaku."


Banyak diantara kita terlalu sibuk dengan aktifitas sehari-hari. Aktifitas
dan rutinitas ternyata sudah 'membunuh' perhatian dan momen-momen penting
yang harus dinikmati bersama orang-orang yang kita kasihi; orang tua, suami,
isteri, anak-anak, dan saudara-saudara kita.

Demi mengejar karier, uang dan jabatan bahkan pelayanan banyak orang
melupakan keluarga. Seorang businessman hanya berpikir bahwa memenuhi
kebutuhan materi isteri dan anak-anak sudah membuatnya merasa menjadi ayah
yang baik. Kita tidak sadar, kita sudah salah jika berpikir
demikian.

Hari ini, kalau kita masih diberi kesempatan untuk hidup semua hanyalah
kasih Allah. Oleh sebab itu, jangan tunggu sampai besok untuk
menunjukkan kasih dan sayang kita kepada orang-orang disekitar kita,
terutama orang-orang yang paling dekat dengan kita. Jangan tunggu mereka
mati kita baru menyadarinya. Jangan tunggu sampai besok! Karena kita tidak
tahu apa yang akan terjadi dengan hari esok. Jika kita masih hidup pada hari
ini berarti ini kesempatan kedua buat kita. Ambil kesempatan kedua yang
Allah telah anugrahkan buat kita hari ini.


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.